Udara buruk memicu sebagian besar penyakit

Udara buruk memicu sebagian besar penyakit

Dunia Tips dan EdukasiBerita hari ini, Udara buruk memicu sebagian besar penyakit. Indonesia berada di posisi ke-9 negara paling terpolusi di dunia.

Laporan Air Quality Life Index (AQLI) dari Energy Policy Institute at the University of Chicago (EPIC) telah membuktikan. Kualitas udara saat ini bisa memangkas angka harapan hidup masyarakat Indonesia hingga dua tahun.

udara-buruk-memicu-sebagian-besar-penyakit
Udara buruk memicu sebagian besar penyakit

Sejumlah wilayah di Indonesia bahkan bisa kehilangan angka harapan hidup yang besar jika kualitas udara tak juga diperbaiki. DKI Jakarta, misalnya, memiliki tingkat polusi enam kali lebih tinggi dari batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jika tak diperbaiki, penduduk DKI Jakarta akan kehilangan harapan hidup hingga 4,8 tahun.

Sumatra Selatan menjadi provinsi paling tercemar di Indonesia. Pencemaran udara di Sumsel bisa membuat penduduk kehilangan harapan hidup hingga 5,1 tahun. Sementara tingkat polusi udara di Jawa Barat dan Banten bisa memotong angka harapan hidup hingga 3,5 tahun.

Udara buruk memicu sebagian besar penyakit

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Ilmu Kesehatan Lingkungan Universitas Indonesia, Profesor Budi Haryanto membenarkan. Terkait bahwa kualitas udara sangat berpengaruh terhadap angka harapan hidup masyarakat.

Sekitar 60 persen penyakit kronis dipicu oleh kualitas udara yang buruk.

Ikuti terus Tips dan Edukasi Bermanfaat hanya di Journalindo.net dan jangan lupa bagikan jika artikel ini bermanfaat

Lebih lanjut, Budi mengatakan, kualitas udara menjadi faktor terbesar untuk menjaga kesehatan masyarakat. Dimana hal tersebut yang jelas sangat berkaitan dengan angka harapan hidup.

“Kualitas udara [buruk] bisa berakibat pada penyakit akut maupun kronis,” tambah Budi.

Polusi udara ciptakan jutaan kematian pertahun

Penyakit akut merupakan penyakit yang bisa diatasi dengan cepat (kurang dari 6 bulan). Penyakit akut umumnya terjadi relatif singkat atau menyerang dalam waktu cepat.

Sementara penyakit kronis umumnya terjadi selama lebih dari 6 bulan. Semakin lama, penyakit akan terus berkembang secara perlahan. Tak heran jika penyakit kronis terkadang sulit didiagnosis atau disembuhkan.

“Penyakit akut misalnya ISPA, asma. Kalau penyakit kronis berarti isinya misalnya material bahan kimia, asap kendaraan bermotor, asap industri, memicu penyakit yang sifatnya kronis, menimbulkan komorbiditas, lalu kematian dini atau kematian sebelum waktunya,” jelas Budi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sekitar 7 juta kasus kematian di dunia disebabkan oleh polusi udara pada setiap tahunnya. Hal ini jelas menjadi alarm bagi penduduk Bumi untuk tetap waspada pada ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh polusi udara.

“Dari kabut asap yang memenuhi perkotaan hingga asap pembakaran rumah tangga, polusi udara merupakan ancaman besar bagi kesehatan,” tulis WHO.

Gabungan pencemaran udara luar dan dalam ruang menyebabkan kematian prematur. Sebagian besar kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, penyakit paru obstruktif kronis, infeksi saluran pernapasan akut, dan kanker paru-paru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Makna hari Tasyrik setelah Idul Adha

Ming Agu 2 , 2020
Makna hari Tasyrik setelah Idul Adha […]
makna-hari-tasyrik-setelah-idul-adha