Muncul wabah mematikan Bubonic di China

Muncul wabah mematikan Bubonic di China

Dunia Informasi dan Berita – Berita hari ini, Muncul wabah mematikan Bubonic di China. Bubonic–atau biasa disebut pes–merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Yersinia pestis.

Penyakit ini biasanya dibawa kutu pada tikus lantas menginfeksi manusia. Bakteri penyebab penyakit pes ini juga mengakibatkan dua penyakit lain. Yang juga menjadi wabah–yakni septikemia dan pneumonik.

muncul-wabah-mematikan-bubonic-di-china
Bubonic Plague

Secara umum, orang yang terkena bakteri Yersinia pestis akan mengalami gejala. Yakni seperti demam, kedinginan hingga sakit kepala.

Sementara gejala lain menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC), masing-masing memiliki gejala berbeda. Bergantung pada area mana bakteri menginfeksi.

Baru-baru ini sejumlah negara mengumumkan kewaspadaan terhadap potensi wabah ini, di antaranya di Mongolia dan China.

Muncul wabah mematikan Bubonic di China

Pemerintah kedua negara menerapkan sejumlah langkah guna mencegah penyebaran penyakit. Salah satunya menurut laporan The New York Times, mengimbau warga untuk tak mengonsumsi tikus.

Pada bubonic, bakteri Yarsinia pestis menginfeksi sitem limfatik tubuh. Sehingga mengakibatkan pembesaran kelenjar, panas tinggi, sakit kepala, muntah dan, nyeri pada persendian.

Ikuti terus Dunia Informasi dan berita Terkini hanya di Journalindo.net dan jangan lupa bagikan jika anda menyukai artikel ini.

Penderita bubonic akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang menyakitkan di bawah lengan, di leher atau di selangkangan.

Beberapa gejala bubonic termasuk pembengkakan kelenjar getah bening. Yang bisa sebesar telur ayam, demam, kedinginan atau menggigil, batuk, kelelahan, dan nyeri otot.

Tidak ada penularan antar-manusia

Pembengkakan kelenjar getah bening yang disebut bubo–muasal nama bubonic.

Laman kesehatan WEB MD menulis, selain mengalami demam dan sakit mendadak pada kelenjar getah bening. Gejala lain pasien bubonic di antaranya sakit kepala. Bakteri berkembang biak di area sekitar kelenjar getah bening.

Gejala penyakit bubonic bisa muncul setelah masa inkubasi sekitar satu hingga enam hari. Tanpa pengobatan menurut CDC, bakteri dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Penularan bubonic atau penyakit pes dari manusia ke manusia jarang terjadi. Namun bakteri penyebab pes atau bubonic itu bisa mengakibatkan penyakit lain. Penyakit lainnya, yakni septikemia dan pneumonik.

Kedua penyakit ini juga bisa muncul dari bubonic yang tak diobati dan berkembang.

Pasien septikemia mengalami demam, kedinginan, kelemahan ekstrem, sakit perut, syok dan kemungkinan pendarahan kulit atau organ lain.

Sementara pasien pneumonik mengalami gejala demam, sakit kepala, lemas, dan pneumonia yang berkembang cepat. Biasanya seperti berupa sesak napas, nyeri dada, batuk, dan kadang lendir berdarah atau berair.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Solusi diet mudah dengan kacang kacangan

Kam Jul 9 , 2020
Solusi diet mudah dengan kacang kacangan […]
solusi-diet-mudah-dengan-kacang-kacangan