Honor Guru tidak penuh selama corona

Honor Guru tidak penuh selama corona

Honor Guru tidak penuh selama corona. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Hasbi mengungkapkan 49 persen guru PAUD tidak menerima honor penuh.

Honor Guru tidak penuh selama corona
Honor Guru tidak penuh selama corona

Data itu diperoleh melalui survei yang dilakukan pihaknya terhadap 10.601 satuan PAUD di 514 kabupaten atau kota di 34 provinsi selama periode pandemi.

“Patut kita perhatikan ada 28,5 persen dari mereka guru PAUD tidak menerima pembayaran selama pandemi,” ujarnya melalui konferensi video, Senin (11/5).

Survei menemukan 20,5 persen guru PAUD hanya menerima setengah dari honor bulanan. Sedangkan 51 persen mengaku masih mendapat honor secara penuh.

Dari keseluruhan responden, ia mengatakan sebanyak 40 persen mengaku orang tua tidak membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama pandemi.

Kemudian 39 persen mengatakan orang tua membayar SPP sebagian, dan 21 persen membayar SPP secara penuh.

Menurutnya hal ini berpengaruh pada kegiatan pendidikan dan pemasukan satuan PAUD. Salah satunya termasuk perkara honor guru.

Honor Guru tidak penuh selama corona

Persentase guru yang tak mendapat upah dengan jumlah penuh mayoritas di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T).

Dari jumlah total responden guru di daerah 3T, sebanyak 47,8 persen tidak menerima gaji dan 14 persen menerima setengah dari gaji.

Sedangkan di daerah non 3T, sebanyak 27,1 persen guru tidak menerima gaji dan 21 persen menerima setengah dari gaji.

Padahal, lanjut Hasbi, penghasilan per bulan 46,3 persen guru PAUD kurang dari Rp500 ribu. Kemudian 23,5 persen menerima Rp500 ribu sampai Rp1 juta per bulan.

Lalu 22,5 persen menerima gaji lebih dari Rp1,5 juta per bulan. Dan 7,6 persen menerima gaji Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per bulan.

Sebenarnya sebagian besar satuan PAUD dalam survei sudah masuk kategori penerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD, yakni sebanyak 92,6 persen.

Mendikbud Nadiem Makarim sudah mengeluarkan kebijakan agar dana BOP PAUD bisa digunakan untuk honor guru selama pandemi.

Namun survei dilakukan sebelum penyaluran BOP PAUD. Hasbi menyatakan penyaluran BOP PAUD tahap ini baru dimulai bulan April dan masih berada di Rekening Kas Umum Daerah sampai saat ini.

“Menunggu disalurkan ke rekening satuan pendidikan masing-masing. Survei ini dilakukan mendahului penyaluran BOP PAUD tersebut,” ujarnya.

Dampak wabah membuat murid tak mampu bayar SPP

Ia pun menyatakan skema BOP bersifat bantuan. Sehingga pihaknya juga mengharapkan kontribusi dari pemerintah daerah, orang tua, Alokasi Dana Desa dan sumber lain.

Pembelajaran Jarak Jauh mulai berlaku di sebagian besar daerah sejak pertengahan Maret. Dampak wabah corona pun membawa kendala orang tua tak mampu membayar SPP.

Tak seperti sekolah pada pendidikan dasar, kebanyakan PAUD masih mengandalkan SPP untuk membayar honor guru. Terlebih karena 83 persen guru PAUD bukan PNS.

Karena dampak corona, akhirnya banyak PAUD dengan orang tua tingkat ekonomi menengah ke bawah tak bisa membayar honor guru. Journalindo.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lockdown matahari bukan tanda bencana alam

Sab Mei 23 , 2020
Lockdown matahari bukan tanda bencana alam […]